PENGEMBANGAN STORYBOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL BELU UNTUK MEMBENTUK KARAKTER TANGGAP BUDAYA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 2 TASIFETO TIMUR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan storybook berbasis kearifan lokal Belu sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter tanggap budaya peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Tasifeto Timur. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafi dan Peck yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan (Design), pengembangan dan implementasi (Development and Implementation), serta evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Tasifeto Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kevaliditas, kepraktisan, dan keefektifan storybook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) storybook memperoleh peresentase kevalidan sebesar 85,60% dengan kategori sangat layak, berdasarkan penilaian validasi ahli materi, ahli media, dan ahli budaya; (2) tingkat kepraktisan storybook memperoleh presentase sebesar 89,53% dengan kategori sangat praktis, berdasarkan respon guru sebesar 87,50% dan respon peserta didik pada uji kelompok besar sebesar 91,55% dengan kategori sangat praktis; (3) keefektifan storybook memperoleh presetase sebesar 88,41% dengan kategori sangat tanggap budaya peserta didik, berdasarkan angket karakter tanggap budaya sebesar 90,57% dan hasil observasi tanggap budaya sebesar 86,25% dengan kategori sangat tanggap. Storybook mengintegrasikan kearifan lokal Belu khususnya Tari Likurai dan Tari Tebe dalam cerita, ilustrasi, aktivitas dan refleksi melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Hasil tersebut menunjukkan bahwa storybook yang dikembangkan mampu menjadikan pembelajaran Pendidikan Pancasila lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik. Storybook ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk memperkuat identitas budaya dan karakter tanggap budaya generasi muda
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akbar, S. (2017). Instrumen perangkat pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2018). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi 3). Pustaka Pelajar.
Bassey, M. O. (2016). Culturally responsive teaching: Implications for educational justice. Education Sciences, 6(4), 35. https://doi.org/10.3390/educsci6040035
Deasy, P. (2025). Storybook berbasis budaya lokal untuk pemahaman budaya daerah siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 23–35.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hannafin, M. J., & Peck, K. L. (1988). The design, development, and evaluation of instructional software. Macmillan Publishing Company.
Marlina. (2021). Storybook berbasis budaya Minangkabau untuk pembentukan karakter anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 45–56. https://doi.org/10.21831/jpk.v11i1.4567
Marzuki, M. (2012). Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), 23–34. https://doi.org/10.21831/jpk.v2i1.1234
Murniayudi, H., & Sujarwo, S. (2021). Pengembangan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal terhadap karakter peduli sosial. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.21831/jk.v5i1.28160
Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Gadjah Mada University Press.
Riduwan. (2019). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.
Santrock, J. W. (2025). Life-span development (18th ed.). McGraw-Hill Education.
Saputra, H. (2022). Buku cerita berbasis kearifan lokal untuk penanaman nilai karakter pada peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 67–78.
Saputra, H., & Putra, A. (2021). Model pengembangan pembelajaran berbasis penelitian dan pengembangan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(2), 112–125. https://doi.org/10.21009/jtp.v9i2.12345
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Shobha, S. (2025). Educational psychology and child development. Academic Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Alfabeta.
Tilaar, H. A. R., & Hapsari, S. D. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
Tomlinson, B. (Ed.). (2018). Developing materials for language teaching (2nd ed.). Bloomsbury Publishing.
Tristaningrat, M. A. N., Putrayasa, I. B., & Mahartini, K. T. (2022). Buku cerita berbasis budaya lokal untuk kelas IV sekolah dasar. Jurnal Edutech Undiksha, 10(2), 225–232. https://doi.org/10.23887/jeu.v10i2.43220
UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Zamzania, W. H., & Aristia, R. (2018). Jenis-jenis instrumen dalam evaluasi pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v11i2.7164
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





