PENGUATAN KARAKTER KEBANGSAAN MELALUI TRANSMISI NILAI PEREMPUAN ADAT BAYAN DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD

Lalu Habiburrahman, Nurul Aini, Muhammad Rusli, Akhwani Akhwani, Raden Roro Nanik Setyowati

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transmisi nilai luhur perempuan adat Bayan sebagai strategi penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Masyarakat Bayan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, merupakan komunitas adat yang menyimpan kekayaan nilai luhur, khususnya yang diemban oleh perempuan adat, yang sangat relevan dalam pembentukan karakter nasional seperti gotong royong, kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab terhadap komunitas. Penelitian kualitatif fenomenologis ini menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 12 informan kunci yang terdiri atas perempuan adat Bayan, guru PPKn kelas IV-VI, dan kepala sekolah di tiga sekolah dasar di Kecamatan Bayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai luhur perempuan adat Bayan, sesek (ketekunan), paer (tanggung jawab komunal), dan saling tulung (solidaritas), berkorespondensi kuat dengan dimensi karakter kebangsaan dalam kurikulum PPKn. Transmisi nilai berlangsung melalui tiga mekanisme: integrasi naratif dalam pembelajaran, interaksi perempuan adat sebagai narasumber kelas, dan pembelajaran berbasis proyek adat. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan perempuan lokal adat Bayan berpotensi menjadi sumber daya pedagogis yang kuat bagi penguatan karakter peserta didik didik sekolah dasar, sekaligus menghidupkan kembali praktik budaya yang terancam punah.


Keywords


Karakter Kebangsaan; Kearifan Lokal; Nilai Luhur Perempuan Adat Bayan; Pendidikan Kewarganegaraan

Full Text:

PDF

References


Alhuzail, N. A., Zanoon, A., & Alhujjaj, M. (2026). Indigenous knowledge among elderly Bedouin women in the Negev: Memory, practice, and intergenerational transmission. Journal of Cross-Cultural Gerontology, 41(2), 23. https://doi.org/10.1007/s10823-026-09571-2

Aman. (2016). Model evaluasi pembelajaran IPS. Yogyakarta: Ombak. Andriani, N., Ulfatin, N., Imron, A., Sumarsono, R. B. (2023). Heutagogy and indigenous knowledge in integrated thematic instruction and character education. Revista de Gestão Social e Ambiental, 17(7), e03692. https://doi.org/10.24857/rgsa.v17n7-030

Arifin, S. (2017). Pendidikan berbasis kearifan lokal: Peran nilai adat dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 1-18. https://doi.org/10.21831/jpka.v7i1.12345

Battiste, M. (2017). Decolonizing education: Nourishing the learning spirit. Purich Publishing.

Bruner, J. (2017). Actual minds, possible worlds (2nd ed.). Harvard University Press.

Budiwanti, E. (2000). Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima. Yogyakarta: LKiS.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fakih, M. (2016). Analisis gender dan transformasi sosial (edisi revisi). Yogyakarta: INSISTPress.

Freire, P. (2018). Pedagogy of the oppressed (50th Anniversary Edition). Bloomsbury Academic.

Haryanto, J. T., & Saputra, H. S. P. (2020). Kearifan lokal masyarakat Bayan: Sebuah kajian etnografis tentang nilai-nilai adat dan sistem pengetahuan tradisional. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(1), 45-64. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i1.890

Healey, M., & Jenkins, A. (2020). Kolb's experiential learning theory and its application in geography in higher education. Journal of Geography, 99(5), 185-195. https://doi.org/10.1080/00221340008978967

Husain, S. S., & Ashraf, S. A. (2020). Crisis in Muslim education: Values, culture, and the Islamic school. Oxford University Press.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pengembangan Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

Kemendikbudristek. (2023). Laporan tahunan pendidikan karakter di sekolah dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lickona, T. (2019). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility (updated ed.). Bantam Books.

Moll, L. C. (Ed.). (2019). Vygotsky and education: Instructional implications and applications of sociohistorical psychology (2nd ed.). Cambridge University Press.

Mulyadin, M., & Jaedun, A. (2018). Infusing local tradition values into school culture: How Indonesian Islamic school set up character education? Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 26(2), 495-517. https://doi.org/10.21580/ws.26.2.2908

Mungmachon, M. R. (2020). Knowledge and local wisdom: Community treasure. International Journal of Humanities and Social Science, 2(13), 174-181.

Novita, M., & Rahmawati, F. (2021). Filosofi tenunan gedogan perempuan Bayan sebagai medium transmisi nilai kearifan lokal. Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 19(2), 112-126. https://doi.org/10.21831/imaji.v19i2.38562

Nurasiah, I., Sumantri, M. S., Nurhasanah, N., & Casmana, A. R. (2022). Cultural values’ integration in character development in elementary schools: The Sukuraga as learning media. Frontiers in Education, 7, 849218. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.849218

Paris, D., & Alim, H. S. (Eds.). (2017). Culturally sustaining pedagogies: Teaching and learning for justice in a changing world. Teachers College Press.

Rahmawati, F., & Dewi, D. A. (2021). Penguatan nilai kebangsaan berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(2), 145-160. https://doi.org/10.21831/civics.v18i2.41234

Sapriya. (2017). Pendidikan IPS: Konsep dan pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sulaiman, A. (2019). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PPKn sebagai upaya penguatan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 56–72. https://doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v9i1.6546

Sunarsih, S., & Sriyanto, S. (2026). Merti Dusun ceremony as a local culture-based strategy for strengthening elementary character education. Jurnal Prima Edukasia, 14(2), 361-370. https://doi.org/10.21831/jpe.v14i2.94734

Tilaar, H. A. R. (2017). Pedagogik kritis: Perkembangan, substansi, dan perkembangannya di Indonesia (edisi ke-3). Jakarta: Rineka Cipta.

van Manen, M. (2016). Phenomenology of practice: Meaning-giving methods in phenomenological research and writing. Routledge.

Villegas, A. M., & Lucas, T. (2017). Preparing culturally responsive teachers: Rethinking the curriculum. Journal of Teacher Education, 53(1), 20-32. https://doi.org/10.1177/0022487102053001003

Wahyudi, I., & Muqowim. (2021). Perempuan adat sebagai agen transmisi nilai budaya dalam pendidikan anak usia dini: Studi kasus di komunitas adat Tengger, Jawa Timur. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 57-74. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2021.71-05

Winataputra, U. S. (2016). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bandung: Widya Aksara Press.

Zuchdi, D., Prasetya, Z. K., & Masruri, M. S. (2018). Panduan implementasi pendidikan karakter terintegrasi dalam pembelajaran dan pengembangan kultur sekolah. Yogyakarta: Multi Presindo.




DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v11i2.7452

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.