MENUMBUHKAN KEMBALI BUDAYA KEE’RJA BANYAU SEBAGAI NILAI LUHUR MASYARAKAT DESA SUNGAI DERAS KECAMATAN KETUNGAU HILIR KABUPATEN SINTANG
Abstract
Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan memiliki ciri khas yang membedakan dari negara lain, negara Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya namun tetap dapat hidup bersama mencapai tujuan sebagi sebuah negara yang flural. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh  gambaran secara deskriptif tentang cara menumbuhkan kembali budaya kee’rja banyau sebagai nilai luhur masyarakat Desa Sungai Deras Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan nilai luhur yang terbentuk  melalui  kee’rja  banyau  pada masyarakat Desa adalah nilai kebersamaan, nilai  persatuan, nilai rasa memiliki, nilai rela berkoran dan nilai tolong menolong. Penyebab mulai lunturnya budaya kee’rja banyau itu disebabkan oleh kesibukan, kecemburuan sosial, pemahaman yang keliru soal bantuan dari warga dan kurangnya bersosialisaasi. Upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan kembalai budaya  Kee’rja Banyau  pada masyarakat  Desa Sungai  Deras  Kecamatan  Ketungau  Hilir Kabupaten Sintang  adalah melalui peran pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menggerakan partisipasi masyarakat.
Â
Kata kunci: Budaya Kee’rja Banyau, Nilai Luhur, Masyarakat Desa
Full Text:
PDFReferences
Creswell, J., W., 2012, Research design Pendekatan kualitatif, Kuantitatif dan
Mixed; Cetakan ke-2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Miles, Mattew B dan Hubermen, Michael. 1992. Analisa Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode Baru, Terjemahan Tjetjep Rohendy (2007), Jakarta: UI Press.
Moleong, Lexy.J. 1990.Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: Remaja Rosda Karya.
Moh. Soerjani Dkk. (Ed), Lingkungan: Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan, (Jakarta: UI-Press, 2008) Hal. 256
Supartono, 2004, Ilmu Budaya Dasar, Bogor Selatan : Ghalia Indonesia.
Subagiyo. 2006. Menjadikan Nilai Budaya Gotong- RoyongSebagai Common Identity dalam Kehidupan Bertetangga.Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI.Vol. II.No. 1. hal 23.
Sanggenafa, Naffi.2002. Papuan Journal Of Sosial and Cultur Antropology.Vol 1.No 1, agustus 2002, hal 6.
Isni .2013. Pelestarian budaya dalam kesukubangsaan. E jurnal sendratasik FVs Vol 2 (hal 26).
Lukman, 2016. Peranan sanggar seni santi budaya dalam pelestarian budaya tradisional dan sebagai wahana pendidikan seni budaya di SMPN 4 Sukuharjo, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.
DOI: https://doi.org/10.31932/ve.v9i2.136
Article Metrics
Abstract view : 414 timesPDF - 364 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1.jpg)

















.png)



