PENGEMBANGAN SOAL PISA MATERI BANGUN RUANG KUBUS UNTUK SMP
Abstract
Pendidikan memiliki peran vital dalam membangun sebuah bangsa. Negara-negara dengan sistem pendidikan berkualitas menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif. Program for International Student Assessment (PISA) adalah uji kompetensi internasional yang mengukur kemampuan siswa dalam matematika, sains, dan membaca. Namun, hasil PISA di Indonesia masih rendah, terutama dalam matematika. Penelitian ini berfokus pada pengembangan soal PISA tentang bangun ruang kubus untuk siswa SMP. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan tahap preliminary, self-evaluation, prototyping (validasi, evaluasi, dan revisi), dan uji coba lapangan. Tujuh pakar menguji validitas isi dan butir tes soal. Hasil menunjukkan 5 dari 6 soal memiliki validitas dan reliabilitas tinggi, serta tingkat kesukaran yang beragam. Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukkan variasi tingkat kemampuan, dari sangat tinggi hingga sangat rendah. Soal PISA yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan kesukaran. Rekomendasi bagi pengembang soal PISA adalah memperhatikan karakteristik soal dan memastikan relevansi dengan kurikulum. Mempelajari tipe soal PISA juga disarankan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan matematisnya. Pengembangan soal PISA yang lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan memberikan kontribusi positif pada dunia pendidikan global.
Full Text:
PDFReferences
Aminudin. (2012). Pengembangan soal matematika model PISA pada konten shape and space untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa SMP. Tesis: Universitas Sriwijaya.
Barczi, K. (2008). A Study on how Hungarian Students solve problems that are unusual for them.†Handbook of Mathematics Teacing Improvement: Professional Practices that address PISA.
Becker, G. 1964. Human Capital. New York, Columbia: University Press.
Edo, S. I., Hartono, Y., Putri (2013). Investigating secondary school student;s difficulties in modelling problem PISA-model level 5 and 6. Journal on Mathematics Education (IndoMS-JME), 4(1).
Lawshe, C.H. (1975). “a Quantitatif Approach to Content Validityâ€. Personel Psychology: 28(4): 563.
OECD. (2015). PISA 2015 assessment and analytical framework science, reading mathematic and financial literacy. Diunduh dari http://www.oecd.org/dataoecd/61/15/46241909.pdf pada tanggal 29 Oktober 2023.
OECD. (2018). PISA 2018 assessment and analytical framework science, reading mathematic and financial literacy. Diunduh dari http://www.oecd.org/dataoecd/61/15/46241909.pdf pada tanggal 29 Oktober 2023.
Roni, A., Zulkardi& Putri, RII (2017). Sprint context of asian games in divison of fractions. Proceedings of the the 5th SEA-DR(South East Asia Development Research) International Conference 2017 (SEADRIC 2017). Atlantis Press.
Sistyawati, R. I., dkk. (2023). Development of PISA types of questions and activities content shape and space context pandemic period. Infinity, 12(1), 1- 12.
Tessmer, M (1993). Planning and conducting formative evaluations. London: Kogan Page.
Vygotsky, L. (1992) Mind in Society: The Development of Higher Psychological Process. Cambridge: Harvard University Press.
Wardani, K. (2011). Pengembangan soal matematika model PISA untuk program pengayaan kelas VII SMP. (tesis. Universitas Sriwijaya,Palembang, Indonesia).
Zulkardi & Jurnaidi. (2013). Pengembangan soal PISA pada konten change and relationship untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Matematika. 7(2).
DOI: https://doi.org/10.31932/j-pimat.v5i2.2919
Article Metrics
Abstract view : 337 timesPDF - 299 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.







